Beranda › Berita › Kabar ZAD ZISWAF

Mengapa Kita Harus Bersedekah? Ini Keutamaannya dalam Islam

Harta merupakan salah satu nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia. Dengan harta, seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidup, menafkahi keluarga, membantu orang lain, dan melakukan berbagai amal kebaikan. Namun, harta juga merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Karena itu, seorang muslim tidak hanya perlu memikirkan bagaimana memperoleh dan menggunakan harta, tetapi juga bagaimana menjadikan hartanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Salah satunya adalah dengan bersedekah.

Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan. Melalui sedekah, seorang muslim tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga berusaha mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah Ta’ala.

Lantas, mengapa kita dianjurkan untuk bersedekah? Apa saja keutamaannya dan bagaimana seharusnya seorang muslim bersedekah?

Apa yang Dimaksud dengan Sedekah?

Secara umum, sedekah merupakan pemberian yang dilakukan seorang muslim sebagai bentuk kebaikan. Dalam penggunaan yang lebih luas, sedekah tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga berbagai bentuk kebaikan yang dilakukan seseorang.

Namun, dalam pembahasan tentang harta, sedekah dapat berupa pemberian sebagian harta kepada pihak yang membutuhkan dengan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

Sedekah berbeda dengan kewajiban zakat. Zakat memiliki ketentuan tertentu seperti nisab, haul pada sebagian jenis harta, kadar, dan golongan penerima. Sementara sedekah pada dasarnya merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan sesuai kemampuan seseorang.

Dengan demikian, sedekah memberikan kesempatan yang luas bagi seorang muslim untuk berbagi dan melakukan kebaikan.

Mengapa Kita Harus Bersedekah?

Ada banyak alasan yang mendorong seorang muslim untuk membiasakan diri bersedekah. Berikut beberapa di antaranya.

Sedekah Merupakan Perintah dan Anjuran dalam Islam

Islam mendorong umatnya untuk menginfakkan sebagian harta yang dimiliki dalam berbagai bentuk kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…”

(QS. Al-Baqarah: 267)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa harta yang kita miliki bukan semata-mata untuk dinikmati sendiri. Ada kesempatan bagi kita untuk menggunakannya dalam kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Sedekah juga menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki yang Allah Ta’ala berikan.

Sedekah Menjadi Bekal untuk Kehidupan Akhirat

Kehidupan dunia pada akhirnya akan berakhir. Harta yang kita miliki juga akan ditinggalkan ketika ajal tiba. Namun, harta yang dikeluarkan di jalan Allah dapat menjadi bekal yang pahalanya terus kita harapkan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ

“Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah.”

(QS. Al-Baqarah: 110)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Apa yang kita keluarkan karena mengharap wajah Allah menjadi bagian dari amal yang kita harapkan dapat menjadi bekal di akhirat.

Sedekah Mendapatkan Balasan dari Allah

Salah satu keutamaan sedekah adalah janji balasan dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”

(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut menggambarkan betapa besar balasan yang Allah Ta’ala siapkan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya.

Karena itu, seorang muslim tidak sepatutnya melihat sedekah hanya dari sisi berkurangnya nominal harta. Ada pahala yang Allah janjikan dan ada keberkahan yang diharapkan dari harta yang dikeluarkan di jalan-Nya.

Sedekah Membantu Sesama

Selain menjadi ibadah kepada Allah, sedekah juga memberikan manfaat nyata bagi orang lain.

Di tengah kehidupan masyarakat, masih ada orang yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya. Sedekah dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

(QS. Al-Ma’idah: 2)

Ketika seseorang bersedekah, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Harta yang dikeluarkan dapat menjadi sebab hadirnya kemudahan bagi orang lain.

Inilah salah satu keindahan sedekah: satu kebaikan dapat memberikan manfaat kepada banyak pihak.

Sedekah Mengajarkan Kepedulian dan Syukur

Sedekah juga melatih hati agar tidak terlalu terikat kepada harta.

Manusia secara alami mencintai harta. Karena itu, mengeluarkan sebagian harta untuk membantu orang lain membutuhkan keikhlasan dan kesadaran bahwa semua yang kita miliki pada hakikatnya merupakan pemberian dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

(QS. Ibrahim: 7)

Dengan bersedekah, seorang muslim belajar mensyukuri nikmat yang dimiliki sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keadaan orang lain.

Bagaimana Agar Sedekah Bernilai di Sisi Allah?

Besarnya nilai sedekah bukan hanya dilihat dari jumlah yang diberikan. Seorang muslim juga perlu memperhatikan keikhlasan dan cara ketika memberikan sedekah.

Allah Ta’ala berfirman:

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang diinfakkannya itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.”

(QS. Al-Baqarah: 262)

Ayat ini memberikan pelajaran penting bahwa sedekah hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan tidak diikuti dengan sikap yang dapat menyakiti penerima.

Karena itu, ketika bersedekah, hendaknya kita menjaga beberapa perkara:

  1. Mengikhlaskan niat karena Allah Ta’ala.
  2. Memberikan harta yang baik dan halal.
  3. Tidak mengungkit pemberian.
  4. Tidak merendahkan atau menyakiti penerima.
  5. Tidak menjadikan sedekah sebagai sarana mencari pujian manusia.

Sedekah yang dilakukan dengan cara yang baik diharapkan menjadi amal yang diterima dan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.

Jangan Menunggu Kaya untuk Bersedekah

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa sedekah hanya dapat dilakukan ketika memiliki kelebihan harta. Padahal, seseorang dapat bersedekah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Tidak perlu menunggu memiliki jumlah harta yang besar untuk mulai berbagi. Sedekah dapat dimulai dari nominal yang ringan dan dilakukan secara rutin.

Yang terpenting adalah keikhlasan dan tidak memaksakan diri di luar kemampuan.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa berbagai bentuk kebaikan memiliki nilai sedekah. Karena itu, kesempatan untuk mendapatkan pahala sedekah sebenarnya terbuka luas bagi seorang muslim.

Jangan sampai keinginan untuk memberikan sesuatu dalam jumlah besar justru membuat kita tidak melakukan kebaikan sama sekali.

Lebih baik membiasakan diri berbagi sesuai kemampuan daripada terus menunggu sampai merasa memiliki harta yang cukup.

Penutup

Sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta kepada orang lain. Di baliknya terdapat ibadah, kepedulian, rasa syukur, dan harapan terhadap balasan dari Allah Ta’ala.

Kita bersedekah karena harta yang kita miliki merupakan amanah. Kita bersedekah karena ada saudara kita yang membutuhkan. Dan kita bersedekah karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas merupakan bekal yang kita harapkan akan kita temukan kembali di akhirat.

Allah Ta’ala telah menjanjikan balasan bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Maka, jangan menunggu kaya untuk mulai bersedekah. Mulailah dari apa yang mampu kita berikan, dengan niat yang ikhlas dan cara yang baik.

Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan pada harta kita, memudahkan kita untuk senantiasa berbagi dalam kebaikan, serta menerima sedekah yang kita lakukan sebagai amal saleh yang bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat.

Satu Kebaikan Anda, Berjuta Berkah Bagi Santri

Salurkan zakat, infaq, atau wakaf produktif Anda untuk mendukung para penghafal Al-Qur'an dan masyarakat dhuafa.

Salurkan Donasi Sekarang ➔