Setiap orang memiliki rezeki dengan bentuk dan kadar yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelapangan harta, kesehatan, waktu luang, ilmu, maupun kesempatan untuk membantu orang lain. Apa pun bentuknya, setiap nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan patut kita syukuri.
Salah satu bentuk rasa syukur tersebut adalah menggunakan nikmat yang kita miliki untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Berbagi tidak harus menunggu sampai memiliki harta yang berlimpah. Kita dapat memulainya dari apa yang ada, sesuai dengan kemampuan dan kelapangan masing-masing.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa apa yang kita infakkan di jalan kebaikan tidaklah sia-sia. Allah menjanjikan penggantian atas apa yang diinfakkan, sesuai dengan kehendak dan hikmah-Nya.
Karena itu, berbagi bukan sekadar memberikan sebagian dari apa yang kita miliki. Lebih dari itu, berbagi merupakan wujud kepedulian dan kesempatan untuk mengambil bagian dalam menghadirkan kebaikan bagi orang lain.
Rezeki yang Kita Miliki Bisa Memberikan Manfaat
Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian rezeki yang kita terima digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi dan keluarga. Namun, kita juga dapat menyisihkan sebagian darinya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Bagi kita, sejumlah uang yang disisihkan mungkin terlihat sederhana. Akan tetapi, bagi orang yang sedang mengalami kesulitan, bantuan tersebut dapat berarti banyak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Manfaat dari berbagi pun tidak selalu berhenti pada bantuan yang bersifat langsung. Ketika rezeki yang kita berikan digunakan untuk mendukung pendidikan, kegiatan sosial, atau pembangunan fasilitas ibadah, manfaatnya berpotensi dirasakan oleh lebih banyak orang.
Oleh karena itu, berbagi tidak semata-mata dinilai dari besarnya jumlah yang diberikan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dihadirkan melalui pemberian tersebut.
Menghadirkan Manfaat bagi Kebutuhan Umat
Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang perlu dipenuhi. Salah satunya adalah tersedianya tempat ibadah yang dapat digunakan untuk melaksanakan salat berjemaah, mempelajari Al-Qur’an, dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
Bagi sebagian masyarakat, keberadaan mushola mungkin sudah menjadi hal yang biasa dijumpai. Namun, di tempat lain, pembangunan tempat ibadah masih menjadi ikhtiar yang membutuhkan dukungan dan gotong royong banyak pihak.
Ketersediaan mushola bukan hanya berkaitan dengan bangunan fisik. Tempat ibadah juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama.
Melalui kepedulian bersama, kebutuhan tersebut dapat diupayakan sedikit demi sedikit. Setiap bantuan yang diberikan sesuai kemampuan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sedikit dari Kita, Berarti bagi Sesama
Membantu memenuhi kebutuhan masyarakat tidak harus dilakukan seorang diri. Ketika banyak orang menyisihkan sebagian rezekinya, kontribusi yang terkumpul dapat mendukung terwujudnya sebuah kebaikan yang manfaatnya dirasakan bersama.
Hal ini juga berlaku dalam pembangunan tempat ibadah. Satu orang mungkin hanya mampu memberikan sebagian kecil dari kebutuhan pembangunan. Namun, ketika banyak orang turut mengambil bagian, ikhtiar tersebut dapat berjalan menuju tujuan yang sama.
Islam mengajarkan umatnya untuk saling membantu dalam perkara kebaikan dan ketakwaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2, penggalan ayat)
Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya bekerja sama dalam kebaikan. Kepedulian yang diwujudkan melalui kontribusi bersama dapat menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Kita tidak perlu menunggu sampai mampu menanggung seluruh kebutuhan pembangunan. Selama memiliki kelapangan untuk berkontribusi, kita dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Open Donasi Pembangunan Mushola Dusun Pusu, Sumbawa
Saat ini, ZAD ZISWAF CENTER sedang membersamai ikhtiar warga Dusun Pusu, Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, untuk membangun sebuah mushola.
Mushola sederhana ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran agama bagi masyarakat setempat. Nantinya, mushola tersebut akan digunakan untuk melaksanakan salat berjemaah, mengaji, dan belajar Al-Qur’an.
Pembangunan mushola ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan sarana ibadah yang bermanfaat bagi warga. Agar ikhtiar tersebut dapat terwujud, dukungan dan kepedulian dari kaum Muslimin menjadi bagian yang berarti.
Melalui program Open Donasi Pembangunan Mushola Dusun Pusu, ZAD ZISWAF CENTER mengajak Bapak/Ibu untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan mushola ini, sesuai dengan kelapangan rezeki masing-masing.
Insya Allah, mushola yang dibangun dan dimanfaatkan untuk beribadah serta mempelajari Al-Qur’an ini dapat menjadi sarana kebaikan bagi masyarakat. Semoga kontribusi yang diberikan menjadi amal saleh dan sebab datangnya pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Yuk, Berbagi Rezeki dan Ambil Bagian dalam Kebaikan
Kita tidak pernah mengetahui kapan bantuan sederhana yang kita berikan menjadi bagian penting dari terwujudnya sebuah kebaikan. Rezeki yang kita sisihkan hari ini mungkin menjadi bagian dari pembangunan tempat ibadah yang kelak digunakan masyarakat untuk bersujud kepada Allah, membaca Al-Qur’an, dan mempelajari agama-Nya.
Karena itu, jangan ragu untuk berbagi ketika Allah memberikan kelapangan. Tidak harus menunggu memiliki banyak, sebab setiap orang dapat mengambil bagian sesuai kemampuan dan keikhlasannya.
Mari bersama-sama mendukung Open Donasi Pembangunan Mushola Dusun Pusu, Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, NTB, melalui ZAD ZISWAF CENTER.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal kebaikan kita, memberkahi rezeki yang kita infakkan, dan menjadikan mushola ini sebagai sarana ibadah serta pembelajaran Al-Qur’an yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Berbagi rezeki hari ini, menghadirkan manfaat untuk umat di kemudian hari.